(Manusia dan Keindahan)
Serimpi adalah suatu tari klasik dari daerah Yogyakarta
yang selalu dibawakan oleh 4 penari putri, karena kata serimpi adalah sinonim bilangan
4. Hanya pada Serimpi Renggowati yang penarinya ada 5 orang. Menurut Dr.
Priyono nama serimpi dikaitkan ke akar kata “ impi “ atau mimpi. Menyaksikan
tarian lemah gemulai sepanjang ¾ hingga 1 jam itu seperti orang yang dibawa kea
lam lain, alam mimpi.
Menurut Kanjeng Brongtodiningrat, komposisi penari serimpi
melambangkan empat mata angin atau empat unsur dari dunia, yaitu : Grama ( api
), Angin ( udara ), Toya ( air ) dan Bumi ( tanah ). Tema yang di tampilkan
pada tari serimpi yaitu menggambarkan pertikaian antara dua hal yang
bertentangan antara baik dengan buruk, antara benar dengan salah, dan antara
akal manusia dengan nafsu manusia.
Serimpi di bawakan oleh Abdi Dalem
Bedoyu dan juga putri Sentono Dalem Atau putri keluarga raja. Tari serimpi di
peruntukan hanya untuk masyarakat di lingkungan istana Yogyakarta, yakni pada
saat menyambut tamu kenegaraan dan tamu agung. Sekarang serimpi mengalami
beberapa perkembangan salah satunya pada segi durasi. Dahulu serimpi pada
setiap penampilannya bisa disajukan selama kurang lebih 1 jam,sedangkan
sekarang untuk setiap penampilan sermpi di tarikan dengan durasi kurang lebih
11-15 menit saja dengan menghilangkan gerakan pengulangan dalam tari serimpi.
Upaya yang harus kita lakukan dalam melestarikan tari
serimpi adalah dengan menyediakan sanggar – sanggar tari klasik yang
mengajarkan tari serimpi kepada para generasi muda.
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar